Arek
Suroboyo
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh
Saya
bangga menjadi anak Surabaya, kenapa? karena di Surabaya terdapat beraneka
ragam nuansa yang dapat menyejukkan pandangan saya, memenuhi hajat saya baik
pendidikan, kesehatan, sosial, sarana hiburan dan lain-lain, seperti : Flora
dan Fauna, wisata kuliner, tempat wisata taman hiburan, beberapa keunikan lainnya
yang dimiliki kota Surabaya. Kota pahlawan itulah julukan yang populer
diketahui seantero nusantara dibuktikan dengan gedung-gedung bersejarah,museum
bahkan ada tugu pahlawan yang menjulang tinggi sebagai bukti bahwa kota
Surabaya adalah kota pahlawan.
Sederetan taman di setiap penjuru
kota Surabaya sangat indah dan menyejukkan mata seperti taman Flora dan Fauna, Kebun Bibit Wonorejo, Ekowisata Mangrove Wonorejo, Mangrove
Gunung Anyar, Kampung Wisata Lingkungan Jambangan dan masih banyak tempat lagi
yang ada di Surabaya. Begitu pula makanan khas Surabaya
dari yang kaya akan rempah dan aneka – aneka ragam menu masakan yang enak dan
lezat, yang dapat saya temui di berbagai tempat dari mulai kaki lima, restoran,
kafe, foodcourt seperti wisata kuliner
seperti : G-Walk, Pakuwon Food Festival,
Mie Pecun, Rujak Cingur Ahmad Jaiz, Lontong Balap Garuda Pak Gendut.
Tempat dan taman hiburan yang
mengedukasi yang penuh dengan nuansa sejarah Surabaya seperti: Monumen atau tugu pahlawan, patung Buddha dengan Empat Wajah, Jembatan
Merah, Monumen Kapal Selam, Museum Mpu Tantular dan Surabaya carnival. Beberapa
keunikan lainnya yang ada dimiliki kota Surabaya yang masih terawat sampai
sekarang seperti : Jembatan Merah, Pantai Kenjeran, Masjid Cheng Hoo,
Museum 10 November, Jembatan Suramadu, Pakuwon Food Festival. Tempat-tempat bersejarah yang
ada di Surabaya untuk mengetahui dan napak tilas perjuangan para pahlawan seperti:
Monumen atau tugu pahlawan, Jembatan
Merah, Monumen Kapal Selam, Museum WR. Soepratman. Itulah yang
menyebabkan saya bangga menjadi anak Surabaya.
Disisi lain Surabaya
juga memiliki kekayaan alam baik yang dapat diperbaharui maupun yang tak dapat
diperbaharui, seperti yang dimiliki kota Surabaya adalah kaya akan budi daya alam,
pertambangan, dan juga industri. Akan tetapi sayangnya sumber daya manusia yang
dimiliki masih kurang sehingga pemanfaatan alam belum maksimal budi daya alam, pertambangan
dan juga industri masih banyak dikelola pihak asing. Itulah yang menyebabkan
bumi rusak karena akibat perbuatan manusia yang tidak cinta akan alam seperti
menebang pohon secara liar, membuang limbah ke sungai, membuang sampah
sembarangan.
Seharusnya
manusia sadar atas semua yang mereka lakukan sehingga membuat bumi rusak dan
sudah seharusnya melakukan reboisasi untuk menjaga keseimbangan alam, ekosistem
lainnya. Peraturan pemerintah sangatlah harus dilaksanakan sehingga orang sadar
akan kebutuhan alam yang asri dan tidak semena - mena melakukan perusakan alam
Surabaya yang kita cintai.
Surabaya dalam bahasa
jawa adalah Suroboyo dari kata Sura dan Baya. ada yang mengatakan juga bahwa Surabaya
berasal dari kata "sura ing bhaya" yang berarti "keberanian
menghadapi bahaya". selain itu Surabaya juga kota bersejarah yang
sangat mengesankan karena perang 10 November yang membakar semangat juang arek -
arek Suroboyo untuk mengantarkan rakyat Surabaya kedalam pintu gerbang kemerdekaan
Indonesia. Dan saya bangga menjadi anak surabaya,karena di surabaya
adalah tempat perlawanan para penjajah melawan belanda yang dikenal dengan
arek-arek surabaya yang dipimpin oleh bung tomo.
Sebenarnya
saya berasal dari Madiun, tapi berhubung saya sudah lama tinggal di Surabaya,
saya sangat cinta pada kota Surabaya. Di Surabaya ini, saya tinggal di sebuah
asrama yang sangat nyaman. Di asrama itu saya mendapatkan banyak teman,
temannya pun baik - baik. Di asrama itu saya diajarkan hidup mandiri, saya
melakukan hal – hal yang bermanfaat sendiri seperti: mencuci baju sendiri,
menyapu, mengepel, membereskan kamar sendiri, memasak masakan yang mudah
dimasak dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang seru dan bermanfaat.
Tetapi saya tidak akan pernah lupa dengan kota Madiun, kota kelahiran saya.
Di
kota Surabaya ini terasa nyaman dan sejuk karena banyak pepohonan di sepanjang
jalan. Banyak taman - taman yang tersebar di setiap sudut kota. Anak - anak
Surabaya pun pandai - pandai, saya pun bangga sekarang menjadi anak Surabaya. Meski
bukan tempat lahir saya, saya sangat senang berada di kota Surabaya. Saya pun
berusaha menjadi anak Surabaya yang pandai. Saya harus belajar dengan giat dan
rajin agar menjadi anak yang pandai. Banyak anak Surabaya yang menghasilkan
karya - karya terbaik mereka. Dan banyak pula anak Surabaya yang mengikuti
kegiatan perlombaan seperti olimpiade. Bahkan ada anak Surabaya yang bertukar
pelajar dengan negara lain dan negara tetangga.
Pada
tahun 2015, anak – anak Surabaya menghasilkan sebuah karya berupa film animasi
2 dimensi yang berjudul “ Battle of Surabaya “ yang diluncurkan pada tanggal 20
/ 08 / 2015. Cerita Battle of
Surabaya merupakan cerita adaptasi dari peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.
Cerita dibuka dengan visualisasi dahsyat dari pemboman kota Hiroshima oleh Sekutu yang menandakan menyerahnya Jepang. “Battle of Surabaya “menceritakan
kisah pemuda yang memiliki jiwa spontan, berani dan bertanggung jawab yang
bernama Musa. Musa hidup dibawah tekanan kebutuhan di era kolonialisme Jepang.
Terlepas dari kenyataan bahwa hidup tidak mudah, Musa memimpin kehidupan dengan
sabar. Bagi Musa, hidup itu adalah sebuah pilihan. Musa memiliki semangat
patriotik dan perdamaian berdasarkan nilai - nilai ilahi.
Menghabiskan
hari libur di surabaya sangatlah menyenangkan, karena banyaknya tempat
rekreasi. Setiap hari libur saya dan keluarga di asrama selalu menyempatkan
waktu untuk berlibur di daerah Surabaya. Selain mendapatkan kegembiraan, saya
juga bisa banyak belajar. Hal yg paling sering saya jumpai di daerah Surabaya
adalah kebun bibit yang berada di wonorejo, saya sangat menikmati pemandangan
itu, maklumlah di kota asalku yaitu Madiun tidak ada kebun bibit seperti itu. Setelah
menikmati suasana kota saya juga suka menikmati kuliner surabaya yg diantaranya
adalah ketoprak, nasi jagung, nasi pecel, nasi kucing dan jenis nasi lainnya yg
memiliki nama - nama yang unik. Semua itu membuat saya ingin tinggal bersama
nenekku di surabaya, walaupun saya tidak tinggal di kota ini, namun aku tetap
bangga aku di lahirkan di tanah Surabaya.
Berawal
dari membaca buku sejarah, dan dongeng menjelang tidur, yg biasa saya baca,
tentang perjuangan pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kota surabaya,
dari sinilah timbul dalam hati kecilku akan cita – cita saya untuk meneruskan
perjuangan para pahlawan. Saat ini, saya menginjak kelas 6 SD, dan setiap hari
diajari menyanyi oleh guru saya. Pada hari pahlawan,
kami diajari menyanyi lagu tentang Surabaya, dari syair - syair lagu itu,
menambah kuat rasa banggaku terhadap Surabaya. Aku bangga menjadi anak surabaya,
yang terkenal dengan nama kota pahlawan.
Sekian
cerita dari saya, terima kasih ………
Wassalammua’laikum
Warahmatullahi Wabarokaatuh